- HUT RI KE 81
- LOMBA KULINER TRADISIONAL
- TP PKK KECAMATAN KRAYAN TENGAH
- Ulat Grayap
- Kunjungan KKI Warsi ke Kantor Camat Krayan Tengah bahas Update Website Desa dan Kecamatan
- SERTIJAB 2026
- Pengembangan Sistem Informasi Desa dan Kecamatan, di Kecamatan Krayan Tengah
- Pengangkatan Pertama Paruh Waktu
- HIMBAUWAN KEPADA MASYARAKAT MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU
- Isu Pembangunan Kecamatan Krayan Tengah
MADU KELULUT
Mengembangkan Potensi Alam dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat dari Klaster Ba.Liku
Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan lokal. Salah satu potensi tersebut adalah madu kelulut, yang saat ini mulai ditekuni oleh beberapa petani di wilayah Kecamatan Krayan Tengah, khususnya di Klaster Ba.Liku.
Madu kelulut merupakan hasil budidaya lebah tanpa sengat yang dikenal mampu menghasilkan madu dengan karakteristik rasa dan aroma yang khas. Di antara jenis yang mulai dibudidayakan masyarakat adalah kelulut Itama (Heterotrigona itama) dan jenis yang secara lokal disebut Torasika, yang diduga merujuk pada Geniotrigona thoracica. Identitas ilmiah jenis Torasika perlu dipastikan kembali melalui identifikasi jenis lebah yang dipelihara oleh petani setempat.
Kegiatan budidaya madu kelulut menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Selain menghasilkan produk bernilai jual, budidaya lebah kelulut juga dapat mendukung pelestarian lingkungan melalui peran lebah dalam membantu proses penyerbukan tanaman.
Dengan pengelolaan yang baik, budidaya madu kelulut berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga petani, membuka peluang usaha lokal, serta mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi alam di Kecamatan Krayan Tengah.
Klaster Ba.Liku memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu pusat pengembangan usaha madu kelulut di wilayah ini. Melalui kerja sama antara petani, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan instansi teknis terkait, potensi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Meskipun budidaya madu kelulut telah mulai ditekuni oleh sejumlah petani, produk yang dihasilkan masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam aspek kualitas, kebersihan, pengemasan, identitas merek, pelabelan, serta perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini, produk madu kelulut dari petani setempat belum memiliki identitas produk dan perizinan edar yang lengkap. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan agar para petani dapat meningkatkan standar pengelolaan produk, melakukan pengemasan yang layak, membangun merek lokal, serta mengurus legalitas usaha dan izin edar melalui jalur yang sesuai dengan kategori produknya.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, dan memberikan nilai tambah bagi hasil usaha masyaraka
Pemerintah Kecamatan Krayan Tengah mendorong agar potensi madu kelulut yang dikembangkan masyarakat, khususnya di Klaster Ba.Liku, mendapat perhatian dan pendampingan dari berbagai pihak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menggali potensi lokal, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan membangun kemandirian ekonomi desa.
Ke depan, madu kelulut Itama dan Torasika diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kecamatan Krayan Tengah yang memiliki identitas lokal, kualitas yang terjaga, legalitas yang sesuai, serta peluang pemasaran yang lebih luas.
Penulis: Kolen.Dawat,S.Pd