- Pengembangan Sistem Informasi Desa dan Kecamatan, di Kecamatan Krayan Tengah
- Pengangkatan Pertama Paruh Waktu
- HIMBAUWAN KEPADA MASYARAKAT MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU
- Isu Pembangunan Kecamatan Krayan Tengah
- Peran Kegiatan KKI WARSI dalam Pengembangan Website Desa dan Kecamatan di Krayan Tengah
- Gotong Royong Semenisasi Halaman Kantor Kecamatan Krayan Tengah
- Sejarah Beras Adan di Krayan
- SOA Barang Kabupaten Nunukan
- Laporan Hasil Pandangan Monitoring Kegiatan Desa
- Pemeliharaan Hewan Kerbau di Kecamatan Krayan Tengah
Tanaman Jewawut/Binamud
”Tanaman Jewawut/Binamud di Kecamatan Krayan Tengah”

Masyarakat di kecamatan Krayan Tengah
sampai saat ini masih rutin menanam jewawut di sekitar ladang mereka, atau menanam
jewawut di bagian luar lahan padi dan jagung. Setelah panen sebagian besar masyarakat
di kecamatan Krayan Tengah mengolah jewawut menjadi berbagai makanan olahan
seperti kue, bubur dan kolak yang siap di santap ketika sarapan pagi atau di
sela-sela waktu santai pada saat sore dan malam hari, namun selain untuk
konsumsi rumah tangga, jewawut juga di jual ketika ada permintaan dari para
penampung yang siap di pasarkan ke negara tetangga Malaysia.
Jewawut merupakan jenis tanaman pangan
selain beras, sorgum, singkong (ubi kayu) dan jagung, yang merupakan sumber
korbohidrat. Di Indonesia beberapa jenis tanaman ini pada beberapa daerah masih
dijadikan sebagai makanan pokok khususnya jewawut, namun di kecamatan Krayan
Tengah tanaman ini di manfaatkan masih sebatas sebagai makanan tambahan, dan tidak
untuk dimanfaatkan sebagai makanan pokok meskipun pada saat kekurangan atau
kehabisan pasokan beras di 11 desa kecamatan Krayan Tengah.
Masyarakat lokal menyebut jawawut sebagai
binamud, dan sudah sejak lama di perkenalkan pada masyarakat krayan secara
turun temurun.Mengutip pertanian.go.id, jewawut diperkenalkan ke Indonesia oleh
orang Tionghoa yang bermigrasi (berpindah) sekitar 3000-an tahun yang lalu. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah Indonesia,
termasuk Krayan, dan sejak itu jewawut mulai di kenal dan dijadikan sebagai
sumber pangan dan pakan ternak. Jewawut / binamud menjadi makanan pokok di
beberapa daerah seperti di Kaluppini, Enrekang, pulau Rote, Pulau Sumba dan
Nusa Tenggara Timur.
Baca Lainnya :
Berdasarkan informasi Wikipedia Indonesia
bahwa tanaman jawawut adalah sejenis serealia berbiji sangat kecil (milet), dan
tanaman semusim seperti rumput yang pernah menjadi makanan pokok masyarakat di
benua Asia Timur dan Asia Tenggara dan Asia pada umumnya sebelum budidaya padi
dikenal orang.
Pada umumnya masyarakat di kecamatan Krayan
Tengah menaman dan memanen tanaman jewawut (binamud) satu kali dalam setahun,
dengan produksi terbesar berada di desa Long Padi. Permintaan setiap tahun
meningkat khususnya dari para pengusaha guna memenuhi kebutuhan pasar serta konsumen
negara Malaysia dan bahkan Brunai Darussalam yang akan di olah menjadi berbagai
produk makanan pengganti nasi hingga dibuat bubur atau tepung untuk kue dan
roti. Penampung menghargai jewawut/binamud sekitar Rp 100.000 per kilogram dari
petani, sehingga hal ini membuat petani semakin bergairah untuk membudidayakan
jenis tanaman tersebut khususnya masyarakat di 11 desa yang berada di sekitar
kecamatan Krayan Tengah.
Dengan demikian tanaman jewawut / binamud
di kecamatan Krayan Tengah cukup mencuri perhatian pasar karena kaya akan gizi,
tidak rentan terhadap hama dan dapat tumbuh di lahan kering /minim air apalagi
di lahan yang lembab seperti kondisi lahan sekitar kecamatan Krayan Tengah.
Guna mengangkat kembali kekayaan lokal begitupun juga memperkuat ketahanan
pangan, maka kecamatan Krayan Tengah mendorong desa Long Mutan dan sekitarnya
untuk menjadi percontohan (role model) penanaman jewawut/binamud sebagai
simbol ketahanan pangan di kecamatan Krayan Tengah selain beras, jagung, sorgum
serta berbagai produksi sayur mayur, buah-buahan termasuk produksi hasil
peternakan dan perikanan masyarakat guna menekan dan menghindari kerentanan
pangan di kecamatan Krayan Tengah, dan di harapkan akan menjadi salah satu
lokus/lokasi lumbung pangan di Krayan Raya.
Penulis : Virandy


.jpeg)