- Pengembangan Sistem Informasi Desa dan Kecamatan, di Kecamatan Krayan Tengah
- Pengangkatan Pertama Paruh Waktu
- HIMBAUWAN KEPADA MASYARAKAT MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU
- Isu Pembangunan Kecamatan Krayan Tengah
- Peran Kegiatan KKI WARSI dalam Pengembangan Website Desa dan Kecamatan di Krayan Tengah
- Gotong Royong Semenisasi Halaman Kantor Kecamatan Krayan Tengah
- Sejarah Beras Adan di Krayan
- SOA Barang Kabupaten Nunukan
- Laporan Hasil Pandangan Monitoring Kegiatan Desa
- Pemeliharaan Hewan Kerbau di Kecamatan Krayan Tengah
Pemeliharaan Hewan Kerbau di Kecamatan Krayan Tengah

Keterangan Gambar : Foto: Hewan Kerbau Long Padi
Setiap perjalanan dan mampir ke 11 desa yang berada di
kecamatan Krayan Tengah, mata selalu di nyamankan dengan pemandangan alam
krayan yang cantik, perbukitan yang berbaris indah, sungai krayan yang mengalir
tenang, dengan anak-anak sungainya yang deras membentang jauh dari hulu ke
muara krayan, bebatuan yang terjal namun memancarkan pesonanya, pasir sungai
yang berkilau, pepohonan dan berbagai jenis aneka tanaman menghijau di bawah terik
dan dinginnya udara, beragam hewan, persawahan luas yang tersebar pada setiap
desa, suasana pedesaan sekitar lembah pegunungan krayan yang damai dengan
sambutan ramah dan hangat dari penduduknya membuat siapapun yang berkunjung terhipnotis
dengan pesona alam dan budaya serta adat istiadat nya.
Namun di tengah kehidupan penduduknya dan alam bak permadani
hijau membentang tersebut, kita pasti melihat dan memandang sekitaran padang
rumput di tengah pedesaan dan tidak jauh dari persawahan terdapat hewan kerbau,
baik yang sedang sendirian di ikat oleh pemilik, maupun sedang berkelompok
berkubang pada kolam yang berlumpur dan hangat. Pemandangan ini hampir di
jumpai pada 11 desa di kecamatan Krayan Tengah, sehingga keberadaan ternak
kerbau menambah ikonik tersendiri yang melekat pada alam krayan di samping
berbagai potensi lokal unggulan lainnya yang di miliki.
Masyarakat di kecamatan Krayan Tengah secara turun temurun
sudah terbiasa memelihara hewan kerbau sebagai hewan ternak besar selain mereka
beternak ayam kampung, ayam potong dan burung, begitupun dengan jenis ternak
lainnya seperti babi.Pemeliharaan hewan kerbau pada masyarakat Krayan untuk
pemenuhan kebutuhan konsumsi daging ketika acara besar seperti pernikahan,
syukuran desa dan acara adat, hewan ini juga di manfaatkan oleh masyarakat
untuk kerja seperti membajak sawah, dan
mengangkut serta menarik kayu. Tidak jarang hewan kerbau juga di gunakan
sebagai modal untuk mas kawin, denda adat serta investasi untuk biaya
pendidikan anak yang sedang sekolah dan kuliah.
Baca Lainnya :
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Nunukan
tahun 2024, sebaran populasi kerbau di Krayan sekitar 1.541 ekor, meskipun
berdasarkan data tersebut kepadatannya mengalami penurunan. Namun menurut
masyarakat permintaan hewan kerbau semakin tinggi dari masyarakat luar untuk
kebutuhan acara adat, dan resepsi pernikahan, begitupun kebutuhan di wilayah
Krayan itu sendiri.
Pembeli kerbau melalui makelar tersebut berdatangan ke 11
desa kecamatan Krayan Tengah guna melakukan penawaran dan berunding harga
dengan para peternak, setelah sesuai maka kemudian kerbau tersebut di tarik
oleh mereka selama dua malam satu hari berjalan kaki dari desa Binuang ke desa
Semamu, dan sampai di desa tersebut barulah kerbau di angkut oleh mobil
atau Long Boat ke Malinau.
Jika ada kebutuhan hewan kerbau, masyarakat luar khususnya
di provinsi Kalimantan Utara dan daerah lainnya, mereka sebagian besar mencari
kerbau di kecamatan Krayan Tengah, untuk harga kerbau Jantan dewasa sekitar Rp
18 - Rp 20 juta per ekor dengan berat sekitar 500 – 600 Kg, untuk kerbau betina
dewasa dengan berat sekitar 300 – 400 kg di hargai sekitar Rp 10 – Rp 12 Juta
per ekor.
Hewan kerbau di Krayan khususnya di kecamatan Krayan Tengah
merupakan jenis kerbau rawa yang telah di perlihara secara turun temurun oleh
masyarakat, dan merupakan bagian dari tradisi masyarakat Krayan. Pada dasarnya
sistem pemeliharaan kerbau di tanah Krayan memliki sistem pemeliharaan yang
unik bernama kalang yaitu kandang di tengah rawa.Namun seiring berjalannya
waktu lambat laun tradisi kalang semakin di tinggalkan, dan kerbau peliharaan
hanya di ikat serta di gembalakan pada hamparan padang rumput luas sekitar
desa, atau di tinggalkan pada kolam-kolam kubangan dengan ikatan tali yang kuat
supaya tidak lepas liar dan di biarkan begitu saja dari terpaan panas dan
dinginnya cuaca namun hewan kerbau tersebut tetap memiliki daya tahan tubuh
yang sangat kuat dan tetap terhindar dari berbagai penyakit seperti kulit dan
menular lainnya.Pada kondisi ini kebiasaan pemilik kerbau hanya memindahkan
dari tempat satu ke tempat lainnya sekitar padang penggembalaan yang tidak
miskin rerumputan sebagai pakan.
Alam Krayan yang selaras dan menyatuh dengan budaya masyarakat telah memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi pemeliharaan hewan kerbau dari generasi ke generasi, sehingga pada akhirnya hewan kerbau berkembang biak dengan baik di lingkungan alam yang lestari dan memberikan kehidupan bagi masyarakat setempat, bukan hanya sekedar memiliki nilai ekonomi, dan peranannya sebagai tenaga kerja, namun keberadaan populasi hewan kerbau di kecamatan Krayan Tengah khususnya, juga memberikan sumbangsih terbentuknya suatu peradaban dan kebudayaan itu sendiri. Salam Lestari.
Kontributor: Marjelina


.jpeg)