- HUT RI KE 81
- LOMBA KULINER TRADISIONAL
- TP PKK KECAMATAN KRAYAN TENGAH
- Ulat Grayap
- Kunjungan KKI Warsi ke Kantor Camat Krayan Tengah bahas Update Website Desa dan Kecamatan
- SERTIJAB 2026
- Pengembangan Sistem Informasi Desa dan Kecamatan, di Kecamatan Krayan Tengah
- Pengangkatan Pertama Paruh Waktu
- HIMBAUWAN KEPADA MASYARAKAT MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU
- Isu Pembangunan Kecamatan Krayan Tengah
Ulat Grayap
Waspada Munculnya Ulat Grayap di Sawah Petani Krayan Tengah.

Krayan Tengah, 08 Oktober 2026 — Fenomena munculnya hama ulat grayak menjadi perhatian masyarakat petani di wilayah Krayan Raya. Dalam beberapa waktu terakhir, keberadaan hama ini mulai ditemukan di sejumlah areal pertanian masyarakat dan menjadi kekhawatiran bersama, mengingat sektor pertanian, khususnya persawahan, merupakan salah satu sumber utama kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat Krayan.Khusus di Kecamatan Krayan Tengah, berdasarkan hasil pemantauan pihak Kecamatan, keberadaan ulat grayak mulai terpantau sejak 23 September 2026 di salah satu areal persawahan masyarakat Desa Pa' Milau. Temuan awal tersebut menjadi perhatian Kecamatan Krayan Tengah. untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hama di wilayah desa-desa lainnya.Fenomena ini tidak hanya menjadi persoalan satu desa, tetapi perlu dilihat sebagai persoalan pertanian bersama di wilayah Krayan Raya. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak agar serangan hama dapat diketahui sedini mungkin dan tidak berkembang semakin luas.
Pemerintah Kecamatan Krayan Tengah mengimbau kepada seluruh Pemerintah Desa, kelompok tani dan masyarakat petani untuk meningkatkan pemantauan rutin terhadap tanaman padi. Setiap perubahan pada kondisi tanaman, terutama apabila ditemukan daun yang mulai rusak, berlubang atau terdapat ulat dalam jumlah yang tidak biasa, agar segera diperiksa dan dilaporkan kepada Pemerintah Desa.Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan pengendalian secara berlebihan atau menggunakan bahan yang belum diketahui tingkat keamanan dan penggunaannya. Apabila diperlukan penggunaan pestisida, hendaknya dilakukan berdasarkan petunjuk dan pendampingan dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.
Di tengah keterbatasan akses dan kondisi masyarakat pertanian di wilayah Krayan Tengah semangat gotong royong dan kearifan lokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan.Masyarakat dapat bersama-sama melakukan upaya awal pengendalian secara swadaya dengan memanfaatkan bahan-bahan nabati yang secara turun-temurun dikenal masyarakat memiliki potensi untuk menghalau atau mengendalikan hama, seperti bahan tanaman tertentu yang tersedia di lingkungan sekitar.contohnya (serei,lengkuas,kunyit,daun sirsak,tembakau,sabun sunlait)Namun, setiap racikan nabati sebaiknya terlebih dahulu diuji pada skala terbatas dan dikonsultasikan dengan petugas atau pendamping pertanian, terutama untuk memastikan keamanan bagi tanaman, manusia, ternak dan lingkungan. Penggunaan bahan nabati juga tidak boleh dianggap sebagai pengganti seluruh metode pengendalian, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya pengendalian hama secara terpadu.Gerakan ini diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok tani, Pemerintah Desa dan masyarakat dengan semangat:
Baca Lainnya :
Serangan ulat grayak menjadi pengingat bahwa pertanian di wilayah Krayan membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Pemerintah Kecamatan Krayan Tengah akan terus mendorong komunikasi dengan Pemerintah Desa, masyarakat petani dan pihak terkait untuk memantau perkembangan fenomena ini.Yang paling penting adalah jangan menunggu tanaman rusak parah baru melakukan tindakan. Pemantauan sejak dini, laporan yang cepat, pertukaran informasi antarpetani, serta koordinasi dengan tenaga teknis pertanian merupakan langkah penting dalam menghadapi serangan hama.Mari kita jadikan fenomena ini sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap pertanian
Penulis.Kolen.Dawat,S.Pd
Kasi PM Kecamatan Krayan Tengah

.jpeg)