- Pengembangan Sistem Informasi Desa dan Kecamatan, di Kecamatan Krayan Tengah
- Pengangkatan Pertama Paruh Waktu
- HIMBAUWAN KEPADA MASYARAKAT MENJELANG NATAL DAN TAHUN BARU
- Isu Pembangunan Kecamatan Krayan Tengah
- Peran Kegiatan KKI WARSI dalam Pengembangan Website Desa dan Kecamatan di Krayan Tengah
- Gotong Royong Semenisasi Halaman Kantor Kecamatan Krayan Tengah
- Sejarah Beras Adan di Krayan
- SOA Barang Kabupaten Nunukan
- Laporan Hasil Pandangan Monitoring Kegiatan Desa
- Pemeliharaan Hewan Kerbau di Kecamatan Krayan Tengah
Laporan Hasil Pandangan Monitoring Kegiatan Desa

Keterangan Gambar : Foto: Kegiatan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Krayan Tengah (Kolen Dawat, S.Pd)
Pa,Yalau.30 November 2025.
LAPORAN HASIL PANDANGAN MONITORING KEGIATAN DESA
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Krayan Tengah
Baca Lainnya :
Lokasi: Desa Pa Yalau
1. Pendahuluan
Pada tanggal 29 November 2025, saya selaku Kasi Pemberdayaan
Masyarakat Desa Kecamatan Krayan Tengah melaksanakan kegiatan monitoring dan
evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan Desa Pa Yalau,
khususnya kegiatan pembukaan lahan dan pengembangan peternakan kerbau desa yang
dikelola oleh BUMDes Sejahtra melalui perubahan APBDes Tahap 2 Tahun 2025.
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk melihat langsung
progres di lapangan, memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan,
serta memberikan pandangan dan rekomendasi untuk keberlanjutan program.
2. Gambaran Umum Lokasi Kegiatan
Desa Pa Yalau merupakan desa yang sebagian wilayahnya berada
di dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), sehingga setiap
kegiatan pembangunan harus memperhatikan aspek konservasi. Lokasi peternakan
kerbau desa berada pada area pemanfaatan tradisional yang telah digunakan
masyarakat secara turun-temurun.
Secara umum, kondisi geografis Desa Pa Yalau cukup mendukung
untuk pengembangan peternakan kerbau karena memiliki:
ketersediaan hijauan pakan alami, topografi yang Belum sesuai untuk penggembalaan Ternak yg semestinya hidup berdampingan dengan masyarakat. Sumber air yang memadai, serta dukungan masyarakat yang tinggi terhadap program.
3. Temuan Monitoring di Lapangan
Berdasarkan hasil peninjauan dan diskusi bersama Pemerintah
Desa, BUMDes Sejahtra, dan masyarakat, terdapat beberapa poin penting sebagai
berikut:
1. Pembukaan Lahan Berjalan Terukur dan Terkendali
Proses pembukaan lahan belum dilakukan secara Budaya Dan
Adat.dengan tetap terdapat dalam batas kawasan TNKM. ditemukan aktivitas yang
melanggar zona taman nasional. Pembukaan lahan hanya dilakukan pada area yang
telah disepakati sebagai wilayah pemanfaatan tradisional.
2. Pembangunan Kandang dan Penataan Area Peternakan
Kandang kerbau telah dibangun secara bertahap dengan
konstruksi sederhana namun kokoh. Area penggembalaan juga sudah ditata dan
dipisahkan untuk memudahkan pengelolaan ternak.
3. Kesiapan Masyarakat dalam Pengelolaan Peternakan
Masyarakat Desa Pa Yalau menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Mereka terlibat dalam pembangunan kandang, pembukaan lahan, dan persiapan yg
lain. Pengetahuan lokal masyarakat mengenai ternak kerbau juga menjadi nilai
tambah bagi keberhasilan program.
4. Peran Aktif BUMDes Sejahtra
BUMDes Sejahtra bekerja cukup baik dalam mengelola persiapan
usaha, termasuk pendataan lahan, penyediaan tenaga kerja, serta merencanakan
sistem pemeliharaan ternak yg belum kami dapat dari Desa. Struktur kelembagaan
BUMDes dinilai mampu menerima tanggung jawab untuk menjalankan program
ini.Namun administrasi sangat dibutuhkan dalam transparansi keuangan yg baik.
5. Komitmen terhadap Konservasi TN Kayan Mentarang
Pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan kesadaran yang
tinggi terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Mereka
merasa bahwa kegiatan ini memasuki kawasan terlarang dan akan terus
berkoordinasi dengan pihak TNKM.
4. Penilaian Umum
Secara umum, pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan Desa Pa
Yalau melalui pengembangan peternakan kerbau desa berjalan baik dan sesuai
perencanaan Desa. Kegiatan ini dinilai:
Relevan dengan kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat,Namun tetap butuh komitmen yang tinggi. Selaras dengan potensi desa, Adaptif terhadap aturan konservasi TNKM, Mendorong pemberdayaan masyarakat, Serta memperkuat kelembagaan desa dan BUMDes.
Program ini memiliki prospek yang sangat baik untuk
dikembangkan menjadi usaha desa jangka panjang yang dapat meningkatkan
Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan masyarakat.
5. Rekomendasi
Berdasarkan hasil monitoring, beberapa rekomendasi yang
perlu diperhatikan ke depan adalah:
1. Melanjutkan koordinasi rutin dengan Balai TNKM untuk
memastikan kegiatan selalu sesuai aturan konservasi.
2. Memberikan pelatihan lebih lanjut kepada masyarakat dalam
hal manajemen pakan, kesehatan ternak, dan pembibitan.
3. Menyusun rencana usaha BUMDes yang lebih rinci agar
keberlanjutan usaha peternakan dapat terjamin.
4. Meningkatkan pendataan dan pelaporan kegiatan agar proses
monitoring ke depan lebih mudah dan akurat.
5. Menambah fasilitas pendukung peternakan, seperti gudang
pakan, pagar penggembalaan, dan tempat penampungan air.
6. Penutup
Monitoring pada tanggal 29 November 2025 ini memberikan
gambaran bahwa Desa Pa Yalau memiliki potensi besar dalam pengembangan
peternakan kerbau desa sebagai program ketahanan pangan. Keterlibatan aktif
masyarakat, komitmen pemerintah desa, serta kesiapan BUMDes Sejahtra menjadi
faktor utama keberhasilan program ini.
Saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara
berkelanjutan, tetap menjaga kelestarian lingkungan, dan dapat menjadi model
pembangunan desa yang seimbang antara ekonomi dan konservasi alam.
Penulis: Kolen.Dawat,S.Pd (Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa
Kecamatan Krayan Tengah)


.jpeg)